Perbedaan Aturan Merokok Jepang vs Indonesia 2026: 7 Hal yang Bikin Kaget
Daftar isi
- 1.Perbedaan 1: Batas usia 21 vs 20 tahun
- 2.Perbedaan 2: KTR mendaftar tempat, Jepang mengklasifikasi bangunan
- 3.Perbedaan 3: Jepang punya empat jenis ruang merokok
- 4.Perbedaan 4: Lapisan aturan jalan yang tidak ada padanannya
- 5.Perbedaan 5: Posisi rokok elektrik dan tembakau yang dipanaskan
- 6.Perbedaan 6: Kenapa ada restoran yang boleh merokok
- 7.Perbedaan 7: Papan tanda diwajibkan undang-undang
Perbedaan 1: Batas usia 21 vs 20 tahun
PP No. 28 Tahun 2024 Pasal 434 ayat (1) menyatakan "Dilarang menjual kepada setiap orang di bawah usia 21 (dua puluh satu) tahun dan perempuan hamil" (sumber: Kemenkes RI https://kemkes.go.id/id/tekan-konsumsi-perokok-anak-dan-remaja). Di Jepang, merokok bagi orang di bawah 20 tahun dilarang undang-undang (sumber: e-Gov https://laws.e-gov.go.jp/), dan menurut UU Promosi Kesehatan yang direvisi, orang di bawah 20 tahun sama sekali tidak boleh masuk area merokok — meski tidak berniat merokok, dan berlaku juga bagi karyawan (sumber: https://jyudokitsuen.mhlw.go.jp/point/).
Perbedaan 2: KTR mendaftar tempat, Jepang mengklasifikasi bangunan
Di Indonesia Anda mencari tahu "apakah tempat ini termasuk KTR". Di Jepang pertanyaannya berbeda: "bangunan ini Tipe 1 atau Tipe 2, dan apakah ada ruang merokok di dalamnya". Fasilitas Tipe 1 mencakup sekolah, rumah sakit, fasilitas kesejahteraan anak, dan kantor pemerintah — bebas rokok di seluruh area termasuk halaman, dan secara hukum tidak boleh memasang ruang merokok di dalam gedung. Fasilitas Tipe 2 mencakup hampir semua bangunan lain yang dipakai banyak orang (sumber: https://jyudokitsuen.mhlw.go.jp/).
Perbedaan 3: Jepang punya empat jenis ruang merokok
- Ruang merokok khusus (喫煙専用室): boleh merokok, tidak boleh makan dan minum.
- Ruang khusus tembakau yang dipanaskan (加熱式たばこ専用喫煙室): hanya untuk produk tembakau yang dipanaskan, boleh makan dan minum.
- Ruang yang diizinkan merokok (喫煙可能室): boleh merokok sekaligus makan, tetapi hanya untuk rumah makan kecil yang sudah ada sebelumnya (aturan peralihan).
- Ruang bertujuan merokok (喫煙目的室): boleh merokok dan makan kecuali makanan pokok, hanya di fasilitas bertujuan merokok.
- Keempatnya melarang masuk siapa pun di bawah 20 tahun (sumber: https://jyudokitsuen.mhlw.go.jp/smoking_room/).
Perbedaan 4: Lapisan aturan jalan yang tidak ada padanannya
Inilah yang paling sering terlewat. Selain aturan nasional untuk dalam ruangan, tiap kota dan distrik di Jepang punya peraturan sendiri yang melarang merokok di jalan. Batas atas denda administratif untuk pelanggaran peraturan daerah adalah 50.000 yen menurut Pasal 14 ayat 3 UU Otonomi Daerah (sumber: e-Gov https://laws.e-gov.go.jp/law/322AC0000000067), tetapi praktiknya 1.000-2.000 yen.
Contohnya: Distrik Chiyoda di Tokyo menetapkan seluruh wilayah distrik (kecuali kawasan Istana Kaisar) sebagai kawasan larangan merokok di jalan dengan denda 2.000 yen, dan mencakup rokok konvensional maupun tembakau yang dipanaskan (sumber: https://www.city.chiyoda.lg.jp/koho/machizukuri/sekatsu/jore/jore.html). Kota Osaka melarang merokok di jalan di seluruh wilayah kota sejak 27 Januari 2025 dengan denda 1.000 yen (sumber: https://www.city.osaka.lg.jp/kankyo/page/0000503379.html). Kota Kyoto menetapkan 1.000 yen di zona penegakan yang ditentukan (sumber: https://www.city.kyoto.lg.jp/bunshi/page/0000027498.html).
Perbedaan 5: Posisi rokok elektrik dan tembakau yang dipanaskan
Di Indonesia, PP No. 28 Tahun 2024 memperlakukan rokok elektronik setara dengan rokok konvensional — tunduk pada pembatasan penjualan eceran, pembatasan iklan, dan verifikasi usia untuk penjualan daring (sumber: Kemenkes RI https://kemkes.go.id/id/tekan-konsumsi-perokok-anak-dan-remaja). Di Jepang, tembakau yang dipanaskan justru punya kategori ruang tersendiri di dalam undang-undang, yaitu ruang khusus tembakau yang dipanaskan, yang berbeda dari ruang merokok biasa karena boleh menyajikan makanan dan minuman (sumber: https://jyudokitsuen.mhlw.go.jp/smoking_room/). Untuk aturan di jalan, sebagian pemerintah daerah memasukkan tembakau yang dipanaskan ke dalam larangan dan sebagian tidak.
Perbedaan 6: Kenapa ada restoran yang boleh merokok
Restoran di Jepang termasuk Fasilitas Tipe 2, jadi dalam ruangan pada dasarnya bebas rokok. Tempat yang memperbolehkan merokok sambil makan hanya masuk dua kategori hukum: "ruang yang diizinkan merokok" sebagai aturan peralihan bagi rumah makan kecil yang sudah ada sebelumnya, dan "ruang bertujuan merokok" di fasilitas bertujuan merokok (sumber: https://jyudokitsuen.mhlw.go.jp/smoking_room/). Karena itu Anda tidak bisa menebak dari ukuran atau suasana tempatnya — selalu periksa papan tanda di pintu masuk dan informasi resmi dari tempat tersebut.
Perbedaan 7: Papan tanda diwajibkan undang-undang
Di Jepang, fasilitas yang memiliki perlengkapan untuk merokok wajib memasang papan tanda sesuai format yang ditetapkan (sumber: https://jyudokitsuen.mhlw.go.jp/point/). Artinya, ruang dalam gedung yang tidak memasang papan tanda harus dianggap bebas rokok. Anda tidak perlu bisa membaca bahasa Jepang secara umum — cukup mengenali empat nama ruang di atas dan simbolnya.
Gambaran menyeluruh soal merokok di Jepang ada di Panduan Merokok di Jepang untuk Turis Indonesia. Cara membaca papan tanda dan bertanya dalam bahasa Jepang ada di kumpulan frasa mencari area merokok, dan apa yang terjadi jika petugas menagih denda di jalan ada di artikel proses penagihan denda. Untuk mencari titik merokok resmi terdekat, gunakan peta MottoSuitai.
Artikel ini merangkum keadaan per Agustus 2026 berdasarkan sumber resmi Kemenkes RI, Kemenkes Jepang, dan e-Gov Jepang. Rincian KTR di Indonesia juga ditentukan Peraturan Daerah masing-masing wilayah, sehingga besaran sanksinya tidak dipastikan di sini — silakan periksa https://peraturan.go.id/ dan pemerintah daerah setempat. Artikel ini bukan nasihat hukum, tidak menilai tempat tertentu, dan tidak mendorong merokok.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q.Berapa batas usia untuk membeli rokok di Indonesia dan Jepang?
A.Berbeda. Di Indonesia, PP No. 28 Tahun 2024 Pasal 434 ayat (1) melarang penjualan kepada orang di bawah 21 tahun dan perempuan hamil (sumber: https://kemkes.go.id/id/tekan-konsumsi-perokok-anak-dan-remaja). Di Jepang, merokok di bawah 20 tahun dilarang undang-undang, dan orang di bawah 20 tahun tidak boleh masuk area merokok sama sekali.
Q.Apakah Jepang punya sistem seperti KTR?
A.Tidak ada padanan langsung. Jepang membagi berdasarkan jenis fasilitas: Tipe 1 (sekolah, rumah sakit, kantor pemerintah) bebas rokok di seluruh area, Tipe 2 (restoran, kantor, hotel) bebas rokok dalam ruangan kecuali ada ruang merokok yang memenuhi syarat (sumber: https://jyudokitsuen.mhlw.go.jp/). Aturan di jalan diatur terpisah oleh tiap pemerintah daerah.
Q.Berapa denda merokok di jalan di Jepang?
A.Tergantung daerah. Batas atasnya 50.000 yen menurut Pasal 14 ayat 3 UU Otonomi Daerah (https://laws.e-gov.go.jp/law/322AC0000000067), tetapi praktiknya 1.000-2.000 yen: Chiyoda 2.000 yen, Osaka dan Kyoto 1.000 yen. Periksa situs resmi daerah tujuan Anda.
Q.Apakah saya boleh merokok di restoran Jepang?
A.Pada dasarnya tidak. Pengecualiannya hanya dua kategori hukum: "ruang yang diizinkan merokok" pada rumah makan kecil yang sudah ada sebelumnya, dan "ruang bertujuan merokok" di fasilitas bertujuan merokok (sumber: https://jyudokitsuen.mhlw.go.jp/smoking_room/). Selalu periksa papan tanda di pintu masuk.
